Situ Cileunca, di Situ Kenangan Penghabisan

Situ Cileunca

Sebagai orang pencinta traveling kalau ditanya tempat mana yang berkesan? Saya akan cepat menjawab Bandung.

“Dan Bandung bagiku bukan hanya masalah geografis, Lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” Pidi Baiq

Jangan tanya kenapa. Kata-kata penulis asal Bandung tersebut sudah cukup mewakili alasan saya. Bandung kadung membuat saya jatuh hati dengan segala isinya dan kenangannya.

Akan saya ceritakan satu tempat yang mengena di hati dimana saya tidak hanya traveling tapi sekaligus momen perpisahan dengan rekan kerja. Suatu tempat yang tidak terencana ke sana.

Seminggu sebelumnya saya berencana mengajak Mimi dan Bu Aya ke Lembang, salah satu tempat favorit di Bandung yang memang belum saya kunjungi. Keinginan saya diiyakan oleh Bu Aya yang memiliki mobil. Memang dengan beliau biasanya saya bisa bepergian jauh. Namun malam menjelang Minggu, Bu Aya mengatakan jika tidak mau ke Lembang, bakal macet di jalan di Hari Minggu.

Lah kok gitu? Kan udah janji. Tapi kan bisa berangkat lebih pagi. Tetap Bu Aya menolak. Wajahku langsung cemberut. Sedih? Iya bangetlah.

Tidak bisa ke Lembang bukan berarti batal traveling. Dengan perasaan kecewa, saya pun tetap mengajak keduanya keluar besuk. Harus. Gapapa kalaupun tempatnya sederhana. Karena tempat tinggal kami berada di Banjaran, Soreang, Bandung Selatan, jadinya saya search aja di sekitar situ. Tapi masih bingung juga karena tempat-tempatnya kebanyakan kok kolam renang.

Hingga keesokan paginya, saya ditodong pertanyaan. “Jadi kemana?” Hmm… efek gagal mau ke Lembang, jadinya gak tahu harus kemana. Kembali saya membuka mbah google dan memantapkan tujuan ke suatu danau buatan. Saya lupa namanya apa.

Jam 9 baru baru keluar jalan. Agak kesiangan memang. Tempat yang kami tuju sebenarnya kurang jelas dimana karena tidak begitu terkenal, arahan dari informasi di internet kurang membantu. Beberapa orang yang kami tanyai di jalan kurang mengerti. Hingga menemukan seseorang yang mengetahuinya dan memberi arahan jalan kepada kami. Jalanan masuk ke perkampungan yang sempit. Hingga berujung jalan setapak. Kok? Dua orang berboncengan naik motor trail yang akan melewati jalan tersebut mengatakan kepada kami kalau mobil sudah tidak masuk. Jadi ya mesti naik motor, lagipula jalannya ke wisata masih jauh.

Duh gagal. Wajahku kembali kecewa. Apa memang nggak jadi jalan-jalannya nih? Tapi ya terlanjur di dalam mobil, nggak mungkin pulang, makanya yang lain menanyakan kepada saya mau pergi kemana lagi. Tampak mereka bersemangat betul mau jalan. Kayaknya keputusan tetap di tangan saya karena kan yang mengajak pergi.

Buka google lagi.

“Bagaimana kalau ke Pangalengan? Ada danau namanya Situ Cileunca. Dua jam perjalanan sih ke sananya.” Kata saya.

Tapi Bu Aya menyiakan saja, ya sudah deh saya nurut ikut, yang bawa mobil kan beliau, hehe. Oke deh lanjut ke Situ Cileunca.

Jalan ke sana lurus-lurus saja tanpa perlu tanya-tanya. Padahal kami tidak memantau lewat GPS maupun bertanya ke orang lain. Sampailah kami di Situ Cileunca, traveling yang tidak terencana. Satu jam perjalanan lebih cepat dari perkiraan. Eh, ternyata dua jam itu perjalanan dari pusat Kota Bandung, sedangkan lokasi keberangkatan kami dari Soreang yang jaraknya dari pusat Kota Bandung ya sejam. Nggak ada kemacetan ke sini.

IMG-20170821-WA0002

Main Arum Jeram di Situ Cileunca-Pangalengan. Pengalaman Pertama!

Sampai di lokasi, kami mampir ke warung makan untuk sarapan dahulu maklum tadi belum makan apapun. Setelahnya kami bersantai mengelar tikar di atas rumput menghadap danau biru. Seger banget merasakan angin yang bertiup.

IMG-20170821-WA0024

Ibu penyewa tikar mengatakan jika di sini bisa naik perahu yang mengelilingi danau, lalu diantar mengunjungi spot-spot seperti jembatan cinta dan kebun strawberry. Tapi kami tidak terlalu tertarik, lebih tertarik pada rombongan mengenakan pelampung orange yang bersiap di atas perahu karet. Kami menanyakan kepada ibu penyewa tikar tersebut, kalau main arum jeram berapa ya. Katanya 100 ribu. Oke deh mau. Lagipula ini pengalaman saya pertama kali. Kapan lagi kan.

Main arum jeram jelas akan membasahi tubuh dan kami tidak membawa baju ganti, ya karena tidak terpikir akan melakukan permainan air, si ibu penyewa tikar sudah tahu makanya menawarkan untuk dibelikan baju. Tanpa kami harus ke toko, si ibu tersebut yang membawakan kaos bertuliskan Bandung untuk kami. Hanya aku dan Mimi membeli, sedangkan Bu Aya tidak karena memiliki satu kaos di dalam mobil. Walau tidak membeli oleh-oleh apapun dari Situ Cileunca, ini kaos sudah jadi oleh-oleh secara tidak sengaja.

IMG-20170821-WA0035

Lucunya kami dapat helm warna pink.

Instruktur arum jeram kami ternyata suami dari ibu penyewa tikar. Bapak tersebut memberikan arahan safety kepada kami sebelum naik ke atas perahu karet. Seperti kalau beliau mengucapkan “kiri”, “kanan”, “belakang”, maka kami harus menguruti instruksi dengan menggerakkan badan kami. Dan “Dhoom” agar kami menunduk ketika ada jeram.

Selama main arum jeram nanti, ada yang bertugas bakal memotokan kami, jadi tidak khawatir jika momen ini tidak diabadikan. Harganya 50 ribu itupun meminjam smartphone kita, harganya beda jika kita menggunakan kamera mereka. Nah, orang yang memotokan kita itu, dia berlarian di sisi sungai mengikuti perahu karet.

Lalu kami pun naik ke atas perahu karet. Kami duduk berbaris. Depan Bu Aya, tengah saya, belakang Mimi. Duduknya tidak boleh berjajar, biar seimbang ada yang sisi kanan dan sisi kiri.

Kok arum jeramnya di danau? Bukannya di sungai ya yang arusnya deras. Mungkin kalian berpikir begitu.

Uniknya di sini, kami melewati danau Situ Cileunca dahulu kurang lebih sepanjang 2 km. Di sini kami dilatih praktik seperti arahan instruktur. Dari danau ke sungai kami jalan kaki naik menyeberang jalan raya, sedangkan perahu karet diangkat.

IMG-20170821-WA0037.jpg

Setelah menuruni jalan raya, sampailah ke sungai. Mulailah kami melakukan arum jeram. Seru abis! Apalagi kalau menghadapi jeram, kami teriak kencang sekali. Heboh pokoknya tiga wanita ini. Karena sudah hapal dengan aba-aba sesuai kondisi sungai yang penuh bebatuan besar, sampai-sampai kami yang melakukan aba-aba sendiri tanpa bapak instruktur mengarahkan. Seru kalau bagian “Dhoom.”

IMG-20170821-WA0062

Uniknya lagi, di tengah perjalanan bapak instruktur mengajak istirahat. Ada warung minuman loh! Ngopi sejenak. Karena saya nggak suka ngopi, saya bisanya foto-foto saja, hehehe, minjem dari mas nya yang bawa smartphone kami. Masnya juga capek lah ya lari-lari gitu butuh istirahat.

IMG-20170821-WA0027

Sebenarnya kami turun dari perahu karet karena beberapa batang pohon yang melintang, jadi perahunya diangkat sama bapaknya. Nih batang pohonnya jadi saksi keseruan saya. Saya ajak foto.

Lanjut kembali deh. Saya tidak tahu berapa lama permainan arum jeram ini berlangsung. Kayaknya ada dua jam mungkin. Yang pasti seru, saya menikmatinya. Menyatu dengan alam rasanya tidak mau lepas dari sini.

IMG-20170821-WA0092

Selesai main arum jeram, ada angkot yang menjemput kami. Jarak ke Situ Cileunca masih jauh, pantas saja mainnya lama, udah nggak tahu sekarang dimana posisinya ini. Kendaraan ini tidak hanya mengangkut kami, juga perahu karetnya, jelas dong ya.

IMG-20170821-WA0064

Di tengah perjalanan kami melewati perkebunan teh. Kami ditawari bapak instruktur untuk turun menikmati hijaunya kebun teh.

IMG-20170821-WA0066-1

Sumpah keren nih seakan paket lengkap berwisata alam di Situ Cileunca.

“April teriaknya yang paling kencang.” Ucap Bu Aya. Haha, mungkin solusi menghilangkan strees. Ya, saya senang banget berada di sini.

IMG-20170821-WA0023

Situ Cileunca, A Place to Remember

Di situ tempat kenangan terakhir saya berada di Bandung. Tidak saya salah jika meletakkannya pada Situ Cileunca untuk bisa saya ingat di kemudian hari agar saya bisa kembali.

Terimakasih Kepada Mimi, Bu Aya, dan Smartphone

 Terima kasih saya ucapkan kepada Mimi dan Bu Aya yang membuat momen perpisahaan menjadi begitu berharga. Saya tidak akan bisa berteriak kencang nan seru jika tidak ada teman berbagi dalam kebahagiaan ini.

Terima kasih saya berlebih kepada smartphone Bu Aya. Kenapa? Sebenarnya smartphone yang dipinjamkan untuk dipakai mas yang fotoin itu milik Bu Aya. Saya mengandalkan kamera milik Bu Aya karena kamera milik saya tidak bagus resolusinya. Sedangkan baterai Mimi tinggal sedikit. Tapi sebenarnya ketika akan menggunakan smartphone Bu Aya, sedikit repot dulu, karena memorinya yang penuh. Jadi Bu Aya harus merelakan foto-fotonya terhapus. Duh, maaf ya Bu Aya, apalagi foto saya paling banyak di dalamnya. Apalagi setelah main arum jeram dan berganti kaos baju, saya  juga meminjam kamera Mimi yang masih bisa digunakan sebentar sebelum habis baterainya untuk berfoto di depan tulisan SITU CILEUNCA. Malu juga saya punya smartphone selalu tidak bisa diandalkan kalau berada di tempat wisata.

IMG-20170821-WA0007

Andaikan saya punya smartphone canggih, saya nggak akan merepotkan. Tahun 2018 ini saya ingin smartphone dengan kamera ber teknologi AI, memori penyimpanannya besar, performa juga harus cepat dan handal, serta tampilannya keren.

Kok berlebihan sekali ya inginnya? Oh, tidak.

Bayangkan jika saya memiliki kamera ber teknologi AI, saya bisa merekam setiap sudut tempat yang indah dengan resolusi tinggi dan sempurna. Sesempurna melengkapi isi Instagram saya yang bakal ciamik. Segala hasil foto yang begitu cantik dan banyaknya tentu percuma jika memori penyimpanannya tidak mencukupi, mau ditaruh dimana? Penting banget punya storage yang besar. Tentu kejadian yang ‘dikit-dikit hapus berkas/foto/video’ tidak akan menimpa.

Aktivitas merekam momen harus didukung performa smartphone yang handal. Jelaslah saya tidak mau ketika asyik menggunakan smartphone malah dianya loading lama. Intinya jangan ada gangguan apapun. Dan yang terakhir, menjadi pusat perhatian gara-gara smartphone itu keren loh! Makanya dia harus tampilan keren, cantik, manis. Nggak malu-maluin-lah ya diajak ketika traveling lagi.

Keinginan yang bisa terkabul nggak ya?

Bertanya-tanya terus menerus sampai ….

_TWO8214

Beruntung Huawei menjawabnya dengan menghadirkan  Huawei Nova 3i yang fitur-fiturnya sesuai kriteria saya. Penasaran mau tanya kenapa? Yuk intip.

Huawei Nova 3i itu Fashionable

Salinan LinkedIn Post Header – Desain Tanpa Judul.jpg

Iris Purple yang membalut smartphone tersebut telah berhasil menggait hati saya ketika melihatnya. Gradiasi warnanya keren. Ungu dan biru berpadu harmonis dengan kontras seperti neon, menyatu bersama untuk menciptakan warna yang tampak sangat futuristik. Warna gradasi Iris Purple tampil sempurna di lapisan tipis bertekstur di bawah kaca melengkung. Huawei memang pelopornya untuk desain gradasi warna.

Bagi yang tidak menyukai warna mencolok semacam ini, Nova 3i juga hadir dalam balutan warna Black. Pilihan warna Black bisa membuat tampil percaya diri dengan memilikinya. Jadi HUAWEI nova 3i menyediakan dua model warna untuk pilihan : Black dan Iris Purple.

Huawei Nova 3i bisa dikatakan sebagai smartphone masa now karena memiliki desain khas 2018, yakni layar besar, bezel tipis, dan memiliki notch. Dengan corak warna yang indah di kaca belakang dan bingkai metal yang terletak di tengah, membuat kita tampak berkelas. Glass equal to Classy. Ketika bertemu dengan seseorang atau bahkan berada di keramaian, diri ini bakal tampal elegan deh. Apalagi layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080) memberikan pandangan yang luas membuat aktivitas menjadi nyaman.

Huawei Nova 3i itu Quad AI Camera

Ini nih fitur andalan Huawei nova 3i yang bisa menangkap semua momen berharga dengan kehebatan 4 AI Kamera.  Huawei nova 3i menghadirkan empat kamera (quad-camera) yang telah memiliki fitur AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan).

Salinan LinkedIn Post Header – Desain Tanpa Judul(2).jpg

Jadi nih kamera belakang dan depan sama-sama dobel. Dengan empat kamera AI 24 MP + 2 MP di bagian depan dan 16 MP + 2 MP di belakang. Wow kan! Kedua kamera selfie ditempatkan di bagian notch alias poni yang menjorok ke dalam layar di sisi atas, mengapit earpiece. Layar tadi memiliki bentang diagonal 6,3 inci dengan resolusi 2.340 x 1.080 (aspect ratio 19,5:9).

Teknologi AI pada empat kamera ini siap memberikan hasil yang lebih memuaskan untuk melengkapi galeri foto. Saat kedua lensa tersebut bersinergi, bakal tercipta hasil foto yang mengesankan dengan kejernihan yang tinggi dan efek bokeh.

Efek bokeh alias background blur, di mana latar belakang foto tampak buram sementara subyek utama tetap tajam, dihasilkan dari resolusi 2 megapiksel.

Kemampuan AI yang dimiliki Huawei nova 3i mampu mengolah hasil gambar menjadi lebih baik. Kok bisa?

Karena algoritme AI yang mendorong pengetahuan lebih dari 100 juta gambar, HUAWEI nova 3i mampu mengingat 22 kategori dari 500+ momen, dan menyediakan hasil potret yang dioptimalkan. Dengan AI, maka hasil foto subyek dan hal lain di sekitarnya akan optimal. Gambar yang dihasilkan nyaris sesuai dengan kenyataan. Teknologi AI mampu mengenal latar potret seperti langit, tanaman bunga dan lainnya.

Huawei Nova 3i itu Memorynya 128GB

Kapasitas RAM Huawei Nova 3i  itu 4GB dengan internal memori seluas 128GB. What! Melongo mulut ini dan terbelalak pula nih mata. Fitur idaman banget loh ini!

Memory Huawei nova 3i

Ini loh si Smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128GB!  Saya mau banget.

Thanks deh Huawei, saya bakal dibuat puas bebas menyimpan apa saja di smartphone ini.  Foto, video, musik hingga dokumen penting muat tersimpan banyak. Tidak perlu lagi menghapus-hapus data aplikasi dan berkas lainnya lagi.

Huawei Nova 3i itu Berperforma Gaming

Sekarang hiburan bisa dengan mudah diperoleh lewat smartphone dalam genggaman.

Untitled design(1)

Beruntung Huawei Nova 3i menghadirkan pengalaman bermain game semakin seru dengan GPU Turbo. GPU Turbo, yaitu teknologi pengakserasi pemrosesan grafis yang mengubah cara grafis diolah di level system.

Kualitas gambar saat bermain game semakin detail dan nyata dengan Huawei nova 3i. Procesor yang digunakan pada Huawei Nova 3i yaitu Octa Core dengan chipset Hisilicon Kirin 710 berteknologi 12 nm. Dengan chipset smartphone andalan Huawei ini membuat kinerja ponsel semakin maksimal. Transisi yang lembut antara 4G dan Wi-Fi memberikan pengalaman yang mulus, bahkan ketika jaringan mengalami penundaan. Kendala yang didapatkan saat bermain game, kini tidak ada lagi dengan adanya GPU Turbo. Pengalaman bermain menjadi sempurna tanpa ngelag.

Saya sih YES banget mau memiliki Huawei nova 3i setelah membaca spesifikasinya. Kamu mau tahu spesifikasi yang menunjukkan keunggulan fitur-fitur Huawei nova 3i? Sini baca.

Untitled design

Bandung, Ngangengin Pisan

Diri ini tidak lagi berada di Bandung, tapi hati ini kadung cinta padanya. Eh, kayaknya saya sudah ngomong gini ya di awal, gapapa lah diucapin lagi, hehe.

Besar harapan saya bisa kembali ke sana membuat kenangan lebih banyak. Bahkan jika saya punya Huawei nova 3i, bakal lengkap kesempurnaan traveling saja nantinya. Kan saya masih belum keturutan main ke Lembang.

Huawei nova 3i akan membantu merekam segala keseruan saya dengan hasil fotonya yang keren melalui Quad Camera berfitur AI. Nggak akan pusing keharian menciptakan momen-momen terbaik karena ruang penyimpanannya yang 128GB akan menerima selalu hasil foto saya. Ketika di perjalanan, dia akan menghibur saya melalui prosessor Octa Core + teknologi GPU Turbo-nya yang mengajak membunuh waktu dengan bermain game sepuasnya. Nggak akan bosan sampai ke tempat tujuan. Kalau saya tidak bisa menemukan teman kembali ketika berkunjung ke sana, saya tidak khawatir kan cukup ditemani Huawei nova 3i yang berdesain cantik berwarna Iris Purple.

Rindu kepada Bandung itu berat, saya nggak kuat!


“Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com

 

Advertisements

6 thoughts on “Situ Cileunca, di Situ Kenangan Penghabisan

  1. ahh ini bakalan jadi memori mengesankan mbak, ya
    berawal dari perjalanan tanpa rencana ternyata banyak yang senengnya daripada susahnya di awal hee
    Itu poin plus2 yg awalnya ke situ cileunca pas bisa main arum jeram yah mbak
    Keren juga fotonya tuhh
    Pas bisa lebih keren kalau makai Smartphone Huawei nova 3i nya yah mbak hehee
    sukses selalu mbak april, good luck
    Salam dari Bumi Jember Mbak ^_^

    Liked by 1 person

    1. Perjalanan kalau tidak terencana ternyata lebih seru karena kita tidak menduga apa yang akan terjadi. Iya fotonya keren tapi minjem hehe…
      Makasih mbak sudah mampir ke blog saya 😄😄 sukses juga

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s